Rencana Induk Penanggulangan Lumpur Sidoarjo

Dipublikasikan tanggal .

 

 

Rencana induk dibuat dengan mempertimbangkan beberapa alternatif pengaliran lumpur ke laut, antara lain dengan menggunakan pipa, dengan metode leher angsa (membuat saluran baru dan media wetland), membuat saluran baru yang sejajar/berdampingan dengan Kali Porong, serta pengaliran lumpur ke laut melalui Kali Porong. Setelah mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing alternatif, serta sesuai dengan penegasan Bapak Presiden Republik Indonesia pada tanggal 25 Oktober 2007 ditetapkan Rencana Induk Penanggulangan Lumpur Sidoarjo.

Rencana Induk Penanggulangan Lumpur Sidoarjo akan memuat rencana penanggulangan semburan lumpur (rencana upaya penanggulangan semburan lumpur dan rencana pengaliran lumpur ke Kali Porong) serta rencana penanggulangan luapan lumpur (rencana penanganan luapan lumpur dan infrastruktur sekitar semburan, rencana pengamanan Kali Porong dan rencana penanganan endapan lumpur di muara Kali Porong).


Rencana Induk Penanggulangan Lumpur Sidoarjo dengan media Kali Porong untuk membawa luapan lumpur ke laut, disusun dengan prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Membangun waduk penampung lumpur seluas sekitar 600 Ha dengan kapasitas sekitar 54 juta m3 untuk menampung luapan lumpur dari pusat semburan sebesar sekitar 100 ribu m3 per hari.

  2. Pada musim hujan waduk penampung lumpur dikuras dengan menggunakandredger, dan lumpurnya dialirkan ke Kali Porong, sehingga dapat menampung lumpur baru pada waktu musim kemarau.

  3. Pembuangan lumpur ke Kali Porong didistribusikan di palung sungai melalui beberapa lokasi di hilir spillway, semakin ke hilir semakin baik.

  4. Memanfaatkan potensi daya air Kali Porong pada saat musim hujan, yang melimpah dan murah, untuk menghanyutkan lumpur ke laut.

  5. Pengamanan fungsi Kali Porong untuk menjaga kinerja Kali Porong sebagai floodway dalam pengendalian banjir Daerah Aliran Sungai Kali Brantas.

  6. Penanganan endapan lumpur di muara Kali Porong untuk mengamankan kelancaran aliran Kali Porong dan pemanfaatan lumpur untuk reklamasi.