Kegiatan

RELOKASI JALAN ARTERI SIRING – PORONG

Dipublikasikan tanggal .

Bersamaan dengan proses pengadaan tanah, dilakukan pula proses pelelangan untuk pembangunan konstruksi jalan arteri raya Siring – Porong yang dibagi dalam 4 (empat) paket. Proses lelang sampai dengan penandatanganan kontrak dilaksanakan pada bulan Oktober – Desember 2007.

SPMK Pekerjaan Relokasi Jalan Arteri – Porong Paket 1 (Jalan Arteri Raya Siring – Porong I) diterbitkan pada tanggal 13 Desember 2008 dengan No. 1651/SPMK-JP/RI/12/2008. Jalan yang dibangun sepanjang +5,071 km dan jembatan sepanjang 0,266 km. Lebar jalan 2 x 3,5 meter dengan perkerasan beton. Kontraktor pelaksana pembangunan adalah PT Waskita Karya – PT Jaya Konstruksi – PT Nusantara Makmur Sadhana, JO.

SPMK Relokasi Jalan Arteri – Porong Paket 2 (Jalan Arteri Raya Siring – Porong II) diterbitkan pada tanggal 30 Juni 2008 dengan No 835/SPMK-JP/RI/06/2008. Jalan yang dibangun sepanjang +1,408 km dan jembatan sepanjang 0,866 km. Lebar jalan 2 x 3,5 meter dengan perkerasan beton. Kontraktor pelaksana pembangunan adalah PT Adhi Karya – PT Istaka Karya – PT Ridlatama Bangun Usaha, JO.

SPMK Relokasi Jalan Arteri – Porong Paket 3 (Relokasi Jalan Arteri Raya Porong - Siring I) diterbitkan pada tanggal 30 Juni 2008 dengan No No 836/SPMK-JP/RI/06/2008. Jalan yang dibangun sepanjang +1,394 km dan jembatan sepanjang 0,944 km. Lebar jalan 2 x 3,5 meter dengan perkerasan beton. Kontraktor pelaksana pembangunan adalah PT Widya Satria – PT Bumirejo – PT Aremix Planindo, JO.

SPMK Relokasi Jalan Arteri – Porong Paket 4 (Arteri Raya Porong - Siring II) diterbitkan pada tanggal 13 Desember 2008 dengan No. 1652/SPMK-JP/R. Jalan yang dibangun sepanjang +3,875 km dan jembatan sepanjang 0,437 km. Lebar jalan 2 x 3,5 meter dengan perkerasan beton. Kontraktor pelaksana pembangunan adalah PT Hutama Karya – PT Brantas Abipraya, JO.

Konsultan yang melaksanakan supervisi untuk seluruh paket pekerjaaan adalah PT. VIRAMA KARYA (Persero).

Dengan telah tersedianya sebagian lahan bebas, maka pada tanggal 30 Juli 2008 dilakukan ground breaking untuk Paket 2 dan Paket 3 sebagai tanda dimulainya pelaksanaan pekerjaan Relokasi Infrastruktur Jalan Arteri Siring – Porong. Untuk Paket 1 dan Paket 4, pelaksanaan kegiatan baru dapat dimulai pada tanggal1 Desember 2008, sehingga menyebabkan rencana berfungsinya jalan arteri yang semula pada bulan Desember 2008 tertunda. Untuk menampung hal ini, telah diperoleh persetujuan perpanjangan izin pelaksanaan kontrak tahun jamak sampai dengan tahun 2009 dari Menteri Keuangan.

Pelaksanaan pembangunan fisik (jalan dan jembatan) sampai dengan akhir tahun 2009 adalah sebagai berikut:

-     Pelaksanaan pekerjaan (Paket 2 dan Paket  3) belum dapat berjalan simultan akibat terbatasnya lahan yang bisa dikerjakan, yaitu terbatas pada pekerjaan konstruksi jembatan yang melintasi Kali Porong (sebagian). Untuk menyelesaikan pekerjaan jembatan secara keseluruhan, harus menunggu tersedianya lahan berikutnya (Desa Gempol dan Japanan di Kabupaten Pasuruan serta tanah darat di Desa Kebonagung, Kelurahan Porong dan Juwetkenongo di Kabupaten Sidoarjo).

-     Pelaksanaan pekerjaan (Paket 1 dan Paket4) belum dapat berjalan simultan akibat terbatasnya lahan yang bisa dikerjakan, yaitu baru di lokasi tanah sawah eks milik warga di Desa Wunut, Pamotan dan Kesambi, sedangkan lokasi tanah sawah TKD dan tanah darat/kering lainnya sudah ada sebagian yang dibebaskan namun belum bisa dikerjakan karena lokasinya tidak berkesinambungan (setempat-setempat).Lahan yang sudah diserahterimakan kepada Penyedia Jasa masih terdapat beberapa bidang tanah didalamnya yang belum bebas dan tidak tersedianya akses jalan masuk menuju lokasi pekerjaan, sehingga pekerjaan fisik belum berjalan maksimal.

Dengan disetujuinya pergeseran trase jalan tol sesuai surat Menteri Pekerjaan Umum No. JL.03.04-Mn/647 tanggal 8 Desember 2010 perihal Trase Relokasi Jalan Tol Ruas Porong-Gempol, maka rencana untuk pembangunan simpang susun di Desa Kesambi dibatalkan karena tidak diperlukan lagi, sehingga akses jalan yang menghubungkan jalan Kabupaten dan jalan Arteri Nasional bisa dengan perlintasan sebidang. Akibat existing jalan Tol Surabaya – Gempol Km 36+100 s/d Jalan Raya Porong sampai saat ini masih dioperasikan, sedangkan pelaksanaan jalan arteri Paket – 1 yang berpotongan dengan jalan Tol tersebut juga harus dilaksanakan konstruksinya supaya keduanya berfungsi maka pada tanggal 20 September 2011 telah dilakukan pembahasan bersama oleh BPLS, BPJT, Ditjen Bina Marga, DPU Bina Marga Prov dan DPU Bina Marga Kab Sidoarjo untuk mencari alternatif solusi. Sebagai tindak lanjut atas hasil pembahasan tersebut BPLS telah melakukan koordinasi dengan PT. Jasa Marga, BPJT dan Bina Marga untuk menyiapkan Review Design.  Pada tanggal 29 November 2011 Dirjen Bina Marga telah menyetujui pembongkaran overpass PT. Jasa Marga pada Km 36+200 guna memberikan keamanan dan kenyamanan pemakai jalan serta memperbaiki alignement horizontal jalan Tol menuju Arteri (Ramp 4) yang rencananya akan dilaksanakan oleh PT. Jasa Marga, namun sampai Desember 2012 pembongkaran overpass tersebut belum dilaksanakan karena Ramp 4 belum dibangun. Untuk sementara, sebagai akses penghubung dari jalan tol menuju jalan arteri, PT. Jasa Marga membangun U - Turn di Km 37+250 dan Left Turn di Km 36+300, sedangkan sebagai penghubung jalan arteri menuju jalan Tol (existing) arah Surabaya, PT. Jasa Marga membangun Ramp-3.

Pada bulan Desember 2012, pekerjaan konstruksi jalan arteri secara keseluruhan (4 paket)telah mencapai 100%.Serah terima pertama (PHO)Paket 2 dan Paket 3 dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2012 dan tanggal 14 Desember 2012 untuk Paket 1 dan Paket 4.

Sebagian hasil pelaksanaan pekerjaan konstruksi masing – masing paket sebagaimana foto – foto  berikut:

Paket 1

RelokArteri01 2014

Paket 2

RelokArteri02 2014Paket 3

RelokArteri03 2014

Paket 4

RelokArteri04 2014

 Foto-foto lain dapat dilihat di Galeri Infrastruktur.

 

PERISTIWA KHUSUS

a.  Ground Breaking Jembatan Kali Porong

Dengan telah tersedianya sebagian lahan bebas, maka pada tanggal 30 Juli 2008 dilakukan ground breaking untuk Paket 2 dan Paket 3 sebagai tanda dimulainya pelaksanaan pekerjaan Relokasi Infrastruktur Jalan Arteri Siring – Porong. Untuk Paket 1 dan Paket 4, pelaksanaan kegiatan baru dapat dimulai pada tanggal1 Desember 2008, sehingga menyebabkan rencana berfungsinya jalan arteri yang semula pada bulan Desember 2008 tertunda.

RelokArteri05 2014

b.   Ground Breaking Fly Over Porong – Siring

Pada tanggal 30 Januari 2010, Menteri Pekerjaan Umum didampingi oleh Menteri Perikanan dan Kelautan, Menteri Lingkungan Hidup dan Gubernur Jawa Timur menghadiri ground breaking Fly Over Porong – Siring (Fly Over Ketapang) yang berlokasi di Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin, sekaligus sebagai tanda dimulainya pekerjaan Fly Over Ketapang.

RelokArteri06 2014

c.   Pemasangan balok girder Fly OverKetapang yang melintang di atas jalan tol Porong – Sidoarjo

Pada tanggal 3 Juni 2010 balok girder Fly OverKetapang yang melintang di atas jalan tol jalan tol Porong – Sidoarjo telah terpasang. Ada 5 balok girder dengan panjang 35 meter, merupakan satu rangkaian pekerjaan fisik Fly Over Ketapang yang memiliki panjang total 435 meter.

 RelokArteri07 2014

 d.   Jalan Arteri Difungsikan Sebagai Jalur Alternatif Lebaran 2011

Arus lalu lintas lebaran yang melewati jalan raya Porong selalu meningkat setiap tahunnya, sedangkan kapasitas jalan kurang memadai. Guna menampung volume kendaraan yang sangat padat, sangat dibutuhkan jalur alternatif untuk mengurangi kemacetan di jalan raya Porong. Dengan memanfaatkan konstruksi badan jalan dan jembatan yang sudah selesai dilaksanakan serta penambahan jembatan darurat (bailley), jalur relokasi jalan arteri telah dapat difungsikan sebagai jalur alternatif Lebaran 2011.

 RelokArteri08 2014

RelokArteri09 2014

e.   Jalan Arteri Difungsikan Sebagai Jalur Alternatif Lebaran 2011

Pada 13 Maret 2012 dilakukan persiapan uji coba lalu lintas di U-Turn selama 30 menit dan di relokasi jalan arteri Porong selama 30 menit. Setelah dilakukan koordinasi lapangan pada 14 Maret 2012, maka dilakukan final persiapan uji coba lalu lintas direlokasi jalan arteri Porong selama 2 jam.

Uji coba jalan relokasi arteri Porong ruas Ketapang – Kejapanan dan Kejapanan – Ketapang dilakukan pada tanggal 15 Maret 2012 olehGubernur Jawa Timur didampingi Kepala Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (Bapel-BPLS).

Dalam sambutannya, Kepala Bapel-BPLS menyampaikan pertimbangan dilakukannya uji coba ini, antara lain:

  • Sejak tenggelamnya jalan tol ruas Porong – Gempol oleh luapan lumpur Sidoarjo, terjadi kemacetan yang luar biasa di jalan arteri Porong, karena jalan arteri Porong menjadi satu satunya akses ekonomi dari dan ke Surabaya dengan wilayah Pasuruan – Banyuwangi serta dengan Malang dan sekitarnya. Kondisi demikian menimbulkan kerugian di sektor ekonomi yang sangat besar, baik bagi Sidoarjo maupun Jawa Timur.
  • Untuk mengatasi terganggunya kelancaran arus barang dan jasa maka solusinya adalah membangun relokasi jalan arteri Porong. Setelah masyarakat menunggu cukup lama, pada tanggal 15 Maret 2012, dilakukan uji coba sebagian ruas relokasi arteri, yang diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat dan pelaku ekonomi.

Rencananya, uji coba itu semula hanya diperuntukkan bagi mobil-mobil kecil, namun kenyataannya, kendaraan besar seperti truk, tronton, dan bis turut melintas di jalan arteri tersebut. Hal ini terjadi karena jalur menuju Malang lumpuh total akibat blokade warga di jalan arteri Porong.

Ratusan warga korban lumpur yang tergabung dalam Pagar Rekontrak melakukan unjuk rasa menuntut penuntasan ganti rugi dari PT Lapindo yang sudah 6 tahun belum diselesaikan. Tak hanya berorasi dan menggelar spanduk, para pengunjuk rasa ini juga memblokir jalan kereta api dan jalan arteri Porong sehingga tak bisa dilewati para pengguna jalan. Agar tak terjadi penumpukan kendaraan di jalan arteri Porong, maka kendaraan dari arah utara dan selatan, langsung diarahkan menuju relokasi jalan arteri Porong.

Hadir dalam acara uji coba itu, antara lain Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Murdjito, Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko, Bupati Sidoarjo Saiful Illah dan Bupati Pasuruan Dade Angga.

RelokArteri09 2014

 

RelokArteri10 2014

RelokArteri11 2014

RelokArteri12 2014

Frontage yang dibangun sepanjang kiri jalan Relokasi Jalan Arteri Siring – Porong jurusan Porong-Siring dan sebaliknya mempunyai panjang total + 9,5 km. Padatahun 2012 telah dibangun frontage sepanjang+ 6,0 km, sisa frontage sepanjang 3,5 km dan 2 (dua) jembatandilaksanakanpembangunannyapadatahun 2013.

Pembangunan frontage sepanjang 3,50 km Tahun 2013merupakankelanjutanpekerjaan Frontage Relokasi Jalan Arteri Siring – Porong Tahun 2012. Pekerjaan ini dimulai pada tanggal 31 Mei 2013 dan diselesaikan dalam jangka waktu 180 hari kalender. Pada akhir Desember 2013 pekerjaan telah diselesaikan.

Kontraktor pelaksana adalah PT BrantasAbipraya, yang diikat dengan Kontrak Nomor 521/SPK-JK/RI/V/2013 tanggal 31 Mei 2013. Dalam pengawasan pekerjaan fisik, BPLS dibantu oleh konsultansupervisi, yang diikat dengan Kontrak Nomor 522/SPK-JK/RI/V/2013 tanggal 31 Mei 2013

Pembangunan frontage relokasi jalan arteri Siring – Porong pada Tahun 2013 dapat dilihat pada foto berikut:

 RelokArteri13 2014

 

RELOKASI PIPA PDAM SURABAYA

Pekerjaankonstruksi dilaksanakan oleh PT Wijaya Karyayang diikat dengan kontraktahunjamak melalui KontrakIndukNomor 1058/SPK-JK/RI/X/2012 tanggal 31 Oktober 2012. Pekerjaan Tahun 2013 diikat dengan KontrakAnakNomor 02/SPK-JK/AN/RI/I/2013 tanggal 2 Januari 2013. Kemajuanpekerjaansampaidengantanggal 31 Desember 2013 adalahsebesar81,55%.

Dalam pengawasan selama pelaksanaan konstruksi, Bapel – BPLS dibantu oleh Konsultan Supervisi dan Manajemen Konstruksi PT Rancang Persada yang tugas dan tanggung-jawabnya diikatdenganKontrakIndukNomor 931/SPK-JK/RI/IX/2012 tanggal 25 September 2012 danKontrakAnakTahun 2013 Nomor 03/SPK-JK/AN/RI/I/2013 tanggal 2 Januari 2013.

Beberapa foto pelaksanaan dapat dilihat di bawah ini:

 

RelokArteri14 2014