Perlindungan Sosial

 

Penanganan masalah sosial kemasyarakatan berupa pembelian tanah dan bangunan warga yang termasuk dalam wilayah penanganan berdasarkan Perpres 48/2008 meliputi desa Kedungcangkring, Pejarakan, dan Besuki (dikenal dengan wilayah "3 Desa"), Perpres 68/2011 meliputi desa Siring (bagian barat), Jatirejo, dan sebagian Mindi dengan total 9 Rukun Tetangga (dikenal dengan wilayah "9 RT") serta Perpres 37/2012 dan Perpres 33/2013 meliputi kelurahan/ desa Mindi, Gedang, Pamotan, Ketapang, Kalitengah, Gempolsari, dan Besuki dengan total 66 Rukun Tetangga (dikenal dengan wilayah "65 RT" yang kemudian direvisi menjadi "66 RT"). Adapun acuan harga pembayaran terhadap tanah sawah, pekarangan, dan bangunan mengikuti besaran harga yang dibayarkan PT. Lapindo Brantas sesuai Perpres 14/2007.

            Penanganan sosial lainnya berupa pemberian bantuan sosial yang dibayarkan sebelum pembelian tanah dan bangunan warga dapat dilihat pada sub bagian selanjutnya.

            Target dan realisasi pembayaran yang dilakukan oleh Bapel-BPLS untuk masing-masing wilayah penanganan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel Rekapitulasi Target dan Realisasi Pembayaran Tanah dan Bangunan di luar PAT sampai dengan 31 Desember 2013

 

WILAYAH

RENCANA  (Rp.)

TERBAYAR (Rp.)

%

SISA (Rp.)

%

3 DESA

627.782.942.810

512.362.477.826

81,6%

115.420.464.984

18,4%

9 RT

580.741.450.650

387.925.852.000

66,8%

192.815.598.650

33,2%

66 RT

2.828.362.700.000

1.779.063.501.720

62,9%

1.049.299.198.280  

37,1%

TOTAL

4.036.887.093.460

     2.679.351.831.546

66,4%

1.357.535.261.914  

33,6%

 

Rekapitulasi Target dan Realisasi Pembayaran Bantuan Sosial di luar PAT sampai dengan 31 Desember 2013

 

WILAYAH

RENCANA  (Rp.)

TERBAYAR (Rp.)

%

3 DESA

20.127.900.000

20.127.900.000

100,0%

9 RT

15.954.468.000

15.238.068.000

95,5%

66 RT

55.830.412.000

42.426.900.000

76,0%

TOTAL

91.912.780.000

77.792.868.000

84,6%

 

Rincian proses pembayaran jual beli tanah dan bangunan dapat dijelaskan sebagai berikut.

a. Penanganan di Wilayah 3 Desa (Besuki, Pejarakan, Kedungcangkring)

Jumlah berkas/ bidang pada awal proses perencanaan pembayaran jual beli tanah dan bangunan di 3 Desa diperkirakan sebesar 1.800 berkas/bidang, namun menjelang tahap-tahap akhir pembayaran, ternyata jumlah keseluruhan berkas berubah menjadi 1804 berkas, yang diakibatkan oleh adanya warga yang pada awalnya merasa tanahnya sudah didaftar, diverifikasi dan diukur oleh Tim dengan benar, namun pada kernyataannya ternyata masih ada sebagian luasan tanah yang belum diukur dan diproses jual belinya, sehingga penduduk menuntut untuk dapat segera diproses dan dibayarkan.

Dari 1.804 berkas di 3 Desa, yang telah lolos verifikasi sebanyak 1.759 berkas dan sebanyak 45 belum lolos verifikasi dan belum pernah dibayar, yang terdiri dari 36 berkas warga (29 berkas masalah internal ahli waris dan 7 berkas masalah tanah sawah), dan 9 berkas tanah waqaf. Pada tahun 2012 jumlah berkas yang telah dibayar lunas (100%) untuk tanah di 3 desa adalah sebanyak 1.753 berkas, sehingga untuk berkas yang sudah lolos verifikasi, sisa yang belum dibayar lunas pada tahun 2012 sebanyak 6 berkas.

Pada tahun 2013 jumlah berkas warga 3 Desa yang bisa dibayar adalah sisa berkas yang sudah lolos verifikasi di tahun 2012 yaitu 6 berkas. Pembayaran 3 berkas dilakukan 2 tahap, sedang 3 berkas lainnya langsung dibayar lunas dengan satu tahapan pembayaran. Dengan demikian pada tahun 2013 jumlah berkas yang dibayar adalah 9 berkas, dengan rincian 3 berkas untuk pembayaran tahap pertama yaitu uang muka sebesar 20% dan 6 berkas untuk pembayaran pelunasan (termasuk 3 berkas yang telah dibayar 20% tersebut).

Dengan selesainya pembayaran lunas 6 berkas warga tersebut, maka jumlah berkas warga 3 Desa yang telah dibayar lunas sampai dengan akhir tahun 2013 adalah 1.759 berkas, namun masih menyisakan 36 berkas warga yang belum bisa dibayar karena belum lolos verifikasi dan belum pernah dibayar, yang rinciannya adalah 29 berkas di antaranya masih ada masalah internal antar ahli waris tanah yang bersangkutan dan 7 berkas tidak bersedia dibayar sebagai tanah sawah. Pembayaran 29 berkas masalah internal ahli waris dan 7 berkas tanah sawah, pada dasarnya tinggal menunggu penyelesaian dan kesepakatan di antara para pemilik tanah/bangunan yang bersangkutan.

Di samping itu, masih ada 9 berkas yang belum diproses karena status tanah yang bersangkutan adalah tanah waqaf. Penyelesaian tanah waqaf akan diselesaikan bersamaan dengan tanah waqaf di 9 RT dan 65 RT, mengingat penyelesaiannya relatif akan memakan waktu lama karena tidak hanya melibatkan pihak yang menerima/mengelola waqaf dan yang memberikan waqaf, akan tetapi melibatkan juga instansi Kementerian Agama di daerah.

Perkembangan tahapan pembayaran jual beli tanah dan bangunan di 3 Desa dari tahun 2008 (pembayaran tahap I - uang muka) sampai dengan pembayaran pada tahun 2013 adalah sebagai berikut.

Tahapan Pembayaran di Wilayah 3 Desa

TAHUN

2008

2009

2010

2011

2012

2013

TAHAPAN PEMBAYARAN

tahap I (20%)

tahap II (30%)

tahap III (20%)

tahap IV (5%)

Pelunasan

Pelunasan

JUMLAH BERKAS

1.630

1.738

1.720

1.720

1.753

6

Jumlah Komulatif Berkas yang Telah Dilunasi

1.753

1.759

           

b. Penanganan di Wilayah 9 Rukun Tetangga (Siring, Jatirejo, Mindi)

Proses jual beli tanah dan bangunan di 9 RT diawali pada tahun 2011 setelah ditetapkannya Perpres Nomor 68 Tahun 2011 tentang Perubahan Ketiga Atas Perpres Nomor 14 Tahun 2007 tentang Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo. Rencana target jual beli tanah dan bangunan untuk 9 RT adalah 750 bidang/berkas. Data tersebut merupakan data perkiraan berdasarkan pendataan awal pada waktu itu, namun setelah dilakukan pendataan ulang dalam rangka rencana proses jual beli tanah dan bangunan, dan berdasarkan hasil verifikasi permohonan yang masuk, jumlah berkas keseluruhan untuk proses jual beli tanah dan bangunan di 9 RT adalah 789 berkas.

Setelah dilakukan verifikasi, yang dinyatakan memenuhi syarat untuk proses jual beli tanah dan bangunan (lolos verifikasi) adalah sebesar 786 berkas dan 3 berkas belum lolos verifikasi. Dari 786 berkas yang lolos verifikasi, sebanyak 784 berkas telah dilakukan Perjanjian Ikatan Jual Beli (PIJB) dan telah dibayar lunas pada tahun 2012, sedang 2 berkas sisanya belum bisa dibayar karena belum dilakukan PIJB. Dengan demikian jumlah sisa berkas yang belum bisa diproses pembayarannya sampai dengaan tahun 2012 sebanyak 5 berkas.

Dalam tahun anggaran 2013 terdapat tambahan jumlah berkas masuk baru sebanyak 12 berkas (berkas ini belum pernah masuk proses verifikasi pada 2011 dan 2012), termasuk 1 berkas yang meminta untuk dilakukan pengukuran ulang, sehingga jumlah berkas yang harus dibayar pada tahun 2013 adalah sebanyak 17 berkas, termasuk 5 berkas sisa dari tahun 2012.

Dalam tahun 2013 BAPEL-BPLS telah dapat menuntaskan pembayaran untuk jual beli tanah di 9 RT sampai dengan tahap pelunasan untuk 12 berkas (5 berkas sisa berkas tahun 2012 dan 7 berkas yang baru masuk di tahun 2013). Masih ada sisa 5 berkas yang belum bisa dibayar sampai dengan akhir tahun 2013, yaitu untuk berkas yang baru masuk di tahun 2013, karena permasalahan administrasi.

c. Penanganan di Wilayah 66 Rukun Tetangga di 9 Desa/ Kelurahan

Jual beli tanah dan bangunan di 66 RT didasarkan pada Perpres Nomor 37 Tahun 2012 dan Perpres 33 Tahun 2013, dengan target diperkirakan sebanyak 5.000 berkas/bidang.

Jumlah berkas juala beli tanah dan bangunan yang masuk ke Tim Verifikasi sampai dengan akhir tahun 2012 adalah sebanyak 4.422 berkas, dan yang dinyatakan lolos verifikasi sebanyak 3.555 berkas, sedang sisanya sebanyak 867 berkas dinyatakan belum lolos verifikasi disebabkan karena beberapa masalah, antara lain: masih kurangnya persyaratan administrasi, sengketa tanah antar ahli waris, berkas hasil pengukuran tanah belum ada, dan belum lengkapnya persyaratan teknis lainnya. Dari 3.555 berkas yang dinyatakan lolos verifikasi, sebanyak 3.527 berkas sudah diproses PIJB dan telah diproses pembayaran uang muka sebesar 20% pada tahun 2012.

Memasuki tahun anggaran 2013, proses jual beli tanah dan bangunan dilanjutkan dengan tahap pembayaran bagi warga yang belum diproses pembayarannya pada tahun 2012, dan melanjutkan pembayaran sampai dengan tahap pelunasan untuk berkas yang telah memenuhi persyaratan administrasi pembayaran pelunasan (pembayaran 80%). Jumlah keseluruhan berkas yang masuk Tim Verifikasi untuk pembayaran 80% sampai dengan akhir tahun 2013 adalah sebanyak 4.990 berkas, dan yang telah dinyatakan lolos verifikasi dan selesai dilakukan pembayaran pelunasan berjumlah 4.850 berkas atau 97% dari target yang ditetapkan, sedang berkas yang belum lolos verifikasi pembayaran pelunasan 80% adalah sebanyak 140 berkas.

Jumlah berkas sebanyak 4.990 yang masuk dalam tahun 2013 tersebut adalah berkas-berkas milik warga yang sudah bersedia tanah dan bangunannya diproses pembayaran jual belinya oleh BAPEL-BPLS. Di samping itu, dari data yang dihimpun oleh BAPEL-BPLS, di wilayah ini masih ada lebih kurang 1.000 berkas yang belum masuk ke Tim Verifikasi, antara lain karena alasan-alasan:

·      harga tanah sawah dianggap warga terlalu rendah (101 warga/berkas),

·      warga menolak jual beli (lebih kurang 284 warga/berkas),

·      riwayat tanah warga bermasalah (186 warga/berkas),

·      terdapat tanah gogol/eks gogol desa yang perlu proses rembug desa dan klarifikasi administrasi (lebih kurang 150 berkas), dan

·      warga belum mengajukan proses jual beli meskipun yang bersangkutan sudah bersedia untuk melakukan jual beli.

Apabila berkas yang belum masuk tersebut pada akhirnya bersedia untuk diproses jual beli di tahun yang akan datang, maka jumlah keseluruhan berkas yang harus diproses jual belinya lebih kurang sebanyak 5.990 berkas. BAPEL-BPLS akan mengantisipasi hal tersebut dengan menyiapkan anggaran dan proses administrasi yang diperlukan agar proses jual beli dapat berjalan lancar.