Pemulihan Sosial

Tantangan kegiatan Pemulihan Sosial adalah warga yang mengalami kepanikan karena kehilangan tempat tinggal, warga yang kehilangan mata pencaharian, anak-anak warga yang mengalami gangguan proses belajarnya, lingkungan yang tidak lagi kondusif karena udara yang tercemar, serta trauma akibat bencana yang hingga kini sumber bencananya masih terus aktif menyemburkan lumpur.

Sasaran yang ingin diwujudkan dalam kegiatan Pemulihan Sosial adalah pulihnya kemampuan individu/ kelompok dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupannya baik sebagai individu, anggota keluarga maupun masyarakat, melalaui penyebaran informasi, penyuluhan sosial, dan pendidikan. Selain itu juga dilaksanakan konseling bagi individu yang mengalami kegoncangan psiko-sosial, dan ventilasi yaitu kesempatan untuk melepaskan segala bentuk tekanan psikologis. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan antara lain:

1. Sosialisasi dan Sarasehan

Kegiatan sosialisasi dan sarasehan lebih diarahkan pada penyebaran informasi yang berkaitan dengan pada penyelesaian jual beli tanah dan bangunan milik warga Desa Pejarakan, Kedungcangkring, dan Besuki, sehingga informasi banyak diarahkan ke tiga desa ini. Selain itu juga ada yang mengenai pemberian bantuan air bersih serta pemberdayaan pelatihan.

2. Observasi dan Pengumpulan Informasi

BPLS melaksanakan observasi secara periodik terhadap situasi dan kondisi sosial masyarakat di 12 desa, yaitu (1) Desa Kedungbendo (2) Desa Glagaharum (3) Desa Renokenongo (4) Desa Besuki (5) Desa Pejarakan (6) Desa Kedungcangkring (7) Desa Gempolsari (8) Kelurahan Mindi (9) Kelurahan Jatirejo (10) Kelurahan Siring (11) Kelurahan Ketapang (12) Kelurahan Kalitengah.

Observasi ini juga dimaksudkan untuk memantau dinamika perubahan lingkungan, gerak individu dan masyarakat, dan fenomena-fenomena baik alam maupun sosial yang berkembang di luar peta area terdampak.

Kegiatan observasi yang telah dilakukan dapat dilihat di sini...

3. Penanganan Masalah Pendidikan

Anak-anak sekolah dari keluarga yang mengungsi di Pasar Porong Baru disediakan alat pengangkutan berupa kendaraan roda 4 untuk antar jemput mereka ke sekolah oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, TNI AD dengan dukungan biaya dari PT. Lapindo Brantas/ PT. Minarak Lapindo Jaya.

Dalam penanganan masalah pendidikan ini, BPLS telah menjalankan peran-peran sebagai penerima dan penerus pengaduan masyarakat, konsultan dalam usulan permohonan ganti rugi, dan memfasilitasi pertemuan wakil yayasan pendidikan/pondok pesantren dengan PT. Lapindo Brantas/ PT. Minarak Lapindo Jaya.

4. Penanganan Masalah Kesehatan

Penanganan masalah-masalah kesehatan dilaksanakan dengan terus berkoordinasi dengan Dinas Kabupaten Sidoarjo yang membuka Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Porong selama 24 jam.

5. Penanganan Masalah Mental Spiritual

Penanganan masalah mental spiritual bertujuan sebagai langkah mendeteksi adanya penderita gangguan ketidakstabilan emosional pada warga korban. Kelompok-kelompok relawan baik psikiater maupun psikolog dan konselor telah menyumbangkan keahliannya untuk menangani permasalahan-permasalahan tersebut. Disamping itu, BPLS juga telah melaksanakan pendekatan-pendekatan penyembuhan sosial secara individual dan kelompok kecil warga yang diindikasikan mengalami gangguan emosional. Kontribusi para relawan tersebut serta semakin jelasnya arah penanganan masalah sosial kemasyarakatan telah membawa pada perbaikan kondisi emosional para warga. Hal ini tampak dari adanya warga yang semakin kooperatif dalam pelaksanaan program BPLS.

6. Pemberdayaan

Pemberdayaan dilaksanakan melalui pelatihan ketrampilan yang siap pakai atau mampu bekerja mandiri. Adapun beberapa jenis pelatihan yang dilaksanakan antara lain: persepatuan, pangan olahan, dan pertukangan. Penyelenggaraan pelatihan keterampilan bekerjasama dengan Indonesian Footwear Service Centre (IFSC), dan Industri Kerajinan Emas “PT Untung Bersama Sejahtera” di Surabaya.

Kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan dapat dilihat di sini…