Realisasi APBN TA 2010 dan Rencana Kegiatan Tahun 2011

Dipublikasikan tanggal .

Realisasi APBN Tahun Anggaran 2010

 

Gambaran Umum

Dalam TA 2009, dari total alokasi anggaran untuk BPLS sebesar Rp 1.12 triliun, BPLS mampu menyerap dana sekitar 61.5%. Untuk tahun 2010, dari total alokasi APBN sebesar Rp 1.21 triliun, BPLS hanya mampu menyerap dana sebesar 52.37%. Rendahnya penyerapan menunjukkan adanya kendala yang sulit untuk diatasi sehingga meskipun dana sudah tersedia sesuai kegiatan yang direncanakan, namun penyerapan tidak bisa maksimal.

Kendala

Secara umum sebagian besar kendala adalah berkaitan dengan masalah tanah, meskipun sebenarnya alokasi dananya sudah mencukupi. Dalam hal ini masalah tanah bukan hanya masalah kesepakatan harga saja, melainkan juga ada hal-hal lain yang dampaknya mengganggu dan menghambat pelaksanaan kegiatan konstruksi di lapangan, antara lain:

  1. Ada sebagian warga di Peta Area Terdampak 2007 yang belum mendapatkan pembayaran dari PT. Minarak Lapindo Jaya (PT. MLJ) sehingga lokasi tanggul diblokir warga.
  2. Ada beberapa bidang tanah yang bermasalah yakni tentang status kepemilikan dan status kondisi (tanah sawah atau tanah pekarangan) dan perlu klarifikasi yang mengikat secara hukum sehingga penyelesaian pembayaran menjadi tertunda.
  3. Ada satu bidang tanah cukup luas (± 28 Ha) yang dimiliki oleh sekitar 124 orang yang batasnya tidak jelas sehingga menjadi sengketa antar warga sendiri.
  4. Ada beberapa bangunan sarang burung walet yang masih produktif dimana pemiliknya minta kompensasi yang melampaui harga normal sehingga perlu dilakukan verifikasi secara khusus yang berdampak mundurnya pembayaran.
  5. Beberapa warga ada yang bersikeras meminta harga melebihi harga maksimal hasil rekomendasi dari tim appraisal.

Kendala lainnya yang secara penyerapan dana tidak terlalu signifikan adalah ketidaksiapan partner dari universitas/lembaga tertentu untuk melaksanakan kerjasama kegiatan studi yang akhirnya tidak terlaksana.

Penyerapan APBN Tahun Anggaran 2010

Rencana Kegiatan Tahun Anggaran 2011

Terdapat 4 kelompok kegiatan utama dalam tahun 2011 ini yakni:

  1. Kegiatan Pengaliran Lumpur ke Kali Porong, yakni 1 paket kegiatan fisik pengaliran lumpur dan 1 paket kegiatan supervisi.
  2. Kegiatan Relokasi Jalan Arteri Raya Siring-Porong yang terdiri dari 4 paket jasa konstruksi dan 1 paket jasa konsultan supervisi, termasuk kegiatan konstruksi frontage road sepanjang jalan arteri yang baru dan pembangunan Flyover (simpang susun) Kesambi.
  3. Kegiatan Konstruksi Infrastruktur Penanganan Luapan Lumpur yang terdiri dari 3 paket jasa konstruksi dan 1 paket jasa konsultan. Termasuk dalam kegiatan ini pembangunan/pemeliharaan tanggul penahan lumpur, penanganan Kali Porong sebagai media pembuangan lumpur ke laut lepas, penanganan sistem drainasi, penanganan muara sungai, dan peningkatan jalan ke arah muara.
  4. Kegiatan Penanganan Masalah Sosial Kemasyarakatan.

Untuk kelompok kegiatan ini terdapat kegiatan contingency berupa penanganan daerah rawan amblesan dan rawan bencana lainnya seperti munculnya bubble (semburan-semburan gas, atau air bercampur lumpur). Secara keseluruhan sebagian besar kegiatan ini masih harus menunggu keluarnya Perpres yang baru sebagai payung hukum pelaksanaan jual-beli tanah penduduk (di luar PAT dan 3 desa). Kegiatan yang langsung bisa berjalan adalah kegiatan bantuan sosial, bantuan pemakaman, training ketrampilan tenaga kerja, kegiatan dapur umum dan bantuan air bersih.

Disamping 4 kelompok kegiatan utama tersebut di atas, ada kegiatan-kegiatan pendukung seperti studi geologi, bathimetri, pengadaan peta citra satelit dan kegiatan ketatalaksanaan seperti penyusunan LAKIP, SOP, kegiatan training kepegawaian, dan lainnya.

DIPA Tahun Anggaran 2011