Pemantauan Kualitas Lingkungan Di Sekitar PETA AREA TERDAMPAK

Dipublikasikan tanggal .

PEMANTAUAN KUALITAS LINGKUNGAN DI SEKITAR PETA AREA TERDAMPAK

Metodologi Pemantauan Kualitas Lingkungan

Metodologi yang digunakan untuk melaksanakan pemantauan kualitas lingkungan di luar Peta Area Terdampak adalah pengamatan / pengukuran secara langsung (in situ) dengan menggunakan alat portable, seperti :

pH meter,

pH meter digunakan untuk mengukur alkalinity dan acidity pada air, yang juga menunjukkan kadar ion hydrogen atau -log[H + ]. Ion merupakan atom atau sekumpulan atom yang mempunyai muatan listrik, bila negatif disebut anion, sebaliknya kation. Acidity di dominasi ion H + sedangkan alkalinity inon OH - . Air dengan pH>7 bersifat basa (alkaline), air dengan pH <7 bersifat acidic

DO (Dissolve Oxygen) meter,

DO (Dissolve Oxygen) meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur Oksigen Terlarut yang ada dalam air permukaan atau air tanah. Nilai DO bergantung pada banyaknya zat organiK dalam air dan juga pada suhu air (semakin tinggi suhu maka semakin rendah nilai DO.

TDS, Salinitas, dan DHL meter

TDS, Salinitas dan DHL (Daya Hantar Listrik/Electrical Conductivity) meter ini menggunakan metoda Electrical Conductivity dalam pengukurannya. Prinsip kerja Electrical Conductivity adalah dua buah probe dihubungkan ke larutan yang akan diukur, kemudian dengan rangkaian pemprosesan sinyal diharapkan bisa mengeluarkan output yang menunjukkan besar konduktifitas larutan tersebut, yang jika dikalikan dengan factor konversi maka akan kita dapatkan nilai kualitas air tersebut dalam TDS atau PPM.

Tim Lingkungan Divisi Gas dan Deformasi Geologi DO – BPLS sementara ini melakukan pemantauan kualitas lingkungan yang meliputi Air Bersih (AB) dan Air Badan Air (ABA). Lokasi pengambilan sample air bersih meliputi daerah :

  • Glagah Arum (Musholla Glagah Arum),
  • Pejarakan (Masjid Pejarakan), Mindi (Masji Al-Ikhlas),
  • Jatirejo (Masjid Nurul Azhar),
  • Pamotan (Musholla Bringin Pamotan),
  • Siring Barat (Musholla Siring Barat), dan
  • Ketapang (Posko Ketapang BPLS),

Sedangkan lokasi pengambilan sampel badan air meliputi

  • Kali Porong (Spill Way),
  • Kali Porong (Dam Pejarakan),
  • Kali Jatirejo, dan
  • Kali Pamotan.

Pemantauan di Kali Jatirejo dan Kali Pamotan dilakukan karena pada sungai tersebut terdapat banyak semburan air dan gas. Kegiatan pemantauan kualitas lingkungan disekitar Peta Area Terdampak dapat dilihat pada Peta 1 berikut ini.

Metode dan Peralatan dalam Pengambilan Sample Air Bersih (AB) dan Air Badan Air (ABA)

Peralatan yang dibutuhkan untuk pengambilan sampel :

  • Air Bersih (AB)
    • pH Meter
    • TDS, Salinitas, dan DHL meter
    • Ember kecil
    • Aquadest + Botol
  • Air Badan Air (ABA)
    • DO Meter
    • pH Meter
    • TDS, Salinitas, dan DHL meter
    • Ember kecil
    • Aquadest + Botol

Metode pengambilan sampel :

  • Air Bersih (AB)
    • Mengambil sampleair bersih dari sumur dengan cara menimba atau melalui pompa air
    • Mengukur sample air bersih dengan menggunakan alat portable, yaitu :
      • pH meter
      • TDS, Salinitas, dan DHL meter
    • Mengukur sampel air bersih hingga angka yang ditunjukkan oleh alat-alat tersebut stabil.
    • Mencatat hasil yang ditunjukkan pada monitor alat portable
  • Air Badan Air (ABA)
    • Mengambil sample air badan air dengan cara menimba air dari sungai menggunakan ember kecil.
    • Mengukur sample air badan air dengan menggunakan alat portable, yaitu :
      • DO meter
      • pH meter
      • TDS, Salinitas, dan DHL meter
    • Mengukur sampel air badan air hingga angka yang ditunjukkan oleh alat-alat tersebut stabil.
    • Mencatat hasil yang ditunjukkan pada monitor alat portable

Gambar 1 berikut menunjukkan peralatan portable yang dibutuhkan untuk pengambilan sample Air Bersih (AB) dan Air Badan Air (ABA).

Gambar 1. Peralatan yang diperlukan untuk sampling Air Bersih (AB) dan Air Badan Air (ABA). (a) TDS, Salinitas, dan DHL Meter, (b) pH Meter, (c) DO Meter, (d) Aquadest