Evaluasi Pusat Semburan

Dipublikasikan tanggal .

Semburan Lusi muncul sejak bulan Mei 2006 dan untuk memudahkan pengaliran lumpur ke Kali Porong maka dibuatlah tanggul cincin yang mengelilingi pusat semburan dan alirannya diarahkan dengan tanggul pengarah menuju pompa spillway di sebelah selatan tepi Kali Porong. 

Namun sejak tanggal 2 April 2009 tanggul cincin mengalami penurunan dan tenggelam, sehingga aliran semburan mengarah ke segala penjuru. Diperkirakan elevasi kaldera saat itu sekitar +8,500 m MSL, lebih rendah dari tanggul penahan luapan lumpur yang ada serta pusat semburan belum terlihat membentuk gunung.

Sejak bulan Oktober 2010 puncak gunung lumpur mulai dapat dimonitor elevasinya pada elevasi +11,780 m MSL. Pusat gunung lumpur terus meninggi dan elevasi tertinggi tercapai pada bulan Juli 2013 yaitu pada elevasi +17,754 m MSL dengan diameter kaldera sebesar ± 200 m.

Sejak bulan Oktober 2013, puncak gunung lumpur dan sekitarnya secara alamiah selalu turun.

Percepatan penurunan puncak gunung lumpur tiap tahun semakin meningkat, dari data yang ada yaitu pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 0,14 m/bulan; pada tahun 2014/2015 penurunan sebesar 0,16 m/bulan; dan pada tahun 2016 penurunannya sebesar 0,20 m/bulan.

Pada bulan Desember 2016 elevasi puncak semburan terpantau pada elevasi +12,659 m MSL dengan diameter kaldera sekitar ± 800 m. Artinya selama 2,5 tahun sejak bulan Juli 2013 puncak gunung lumpur telah mengalami penurunan sekitar ± 5,00 m yaitu puncak semburan yang amblas /tenggelam.

Berkaitan dengan turunnya puncak gunung lumpur, dari data grafik volume lumpur dalam kolam PAT, bahwa selama bulan Juli 2015 sampai Desember 2016 (selama 17 bulan), volume lumpur dalam kolam (yang berada diatas elevasi puncak tanggul) berkurang sebesar ~3,0 – 4,0 juta m3, atau setara 175.000 – 230.000 m3 tiap bulan. Saat ini volume lumpur dalam kolam yang berada diatas elevasi puncak tanggul diperkirakan sebesar + 7,0 juta m3.

Capture

 

(H.L.A – Subpokja Humas & Keamanan – BPLS / Sumber : Pokja Bidang Operasi)