Potensi dan Peluang Pengembangan Kawasan Lumpur Sidoarjo Sebagai Destinasi Geowisata

Dipublikasikan tanggal .

 

Rapat Koordinasi yang bertempat di dome titik 25 tanggul penahan lumpur Sidoarjo pada hari Rabu 28 September 2016 yang dihadiri oleh Bappeda Kabupaten Sidoarjo, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sidoarjo, Ketua IAGI Jatim, Dinas ESDM serta perwakilan dari Kecamatan Porong, Tanggulangin dan Jabon untuk membahas tentang potensi dan peluang pengembangan kawasan lumpur Sidoarjo sebagai destinasi wisata. Selama ini, penelitian yang dilakukan oleh tim Badan Geologi sudah merekomendasikan rencana pengembangan kawasan yang terkenal dengan sebutan Lumpur Sidoarjo (LUSI) sebagai Wisata Edukasi Geologi.

 

 

 

Kepala Laboratorium Geodinamika Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS), Handoko Teguh Wibowo yang juga sebagai Ketua IAGI (Kepala Ikatan Ahli Geologi Indonesia) Jatim saat bertemu dengan para ahli geologi Indonesia, termasuk dari Unpad (Universitas Padjadjaran) Bandung di lokasi lumpur Sidoarjo, mengusulkan agar kawasan lumpur Sidoarjo bisa dijadikan sebagai lokasi Geowisata. kawasan lumpur Sidoarjo yang merupakan kawasan berbahaya sebenarnya tidak masalah selama nanti kita perhatikan juga safety-nya, Karena hanya ada tiga fenomena alam seperti Lumpur Sidoarjo di dunia. Selain di Porong Sidoarjo, fenomena semburan yang berasal dari panas bumi hanya terjadi di Yellowstone Amerika Serikat dan Selandia Baru, seperti yang ada di taman nasional Yellowstone Amerika Serikat. Di dalam area seluas 3.468 mil persegi tersebut terdapat sungai, kanyon, danau dan juga gunung. Tidak hanya itu, di bawah danau Yellowstone juga terdapat gunung berapi yang menghasilkan aktivitas panas bumi yang besar. Ada lebih dari 300 geyser di Yellowstone termasuk sumber air panas, lumpur, serta fumarol. “Nanti bisa jadi tambahan penghasilan untuk warga lantaran menjadi kawasan destinasi wisata.

Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan & Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sidoarjo menyampaikan Luapan lumpur Sidoarjo telah memiliki potensi kawasan pendukung Geowisata. Ada Tiga top site yang bisa dijadikan sebuah paket yaitu lumpur Sidoarjo, Wanamina (Pulau Lumpur), dan Candi Pari. namun tetap harus ada pemegang kebijakan terlebih dahulu.

Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (Bapel-BPLS) setiap harinya melakukan monitoring kondisi tanggul penahan lumpur Sidoarjo, penanganan infrastruktur, dan pengaliran lumpur ke sungai Porong. Dalam hal ini Bapel BPLS mendukung rencana kedepan “Hidup Harmoni Dengan Bencana” untuk pengembangan kawasan lumpur Sidoarjo sebagai Wisata Edukasi Geologi yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, namun tetap dalam pemantauan dan pengawasan Bapel – BPLS mengenai kondisi yang berada di wilayah tanggul lumpur Sidoarjo ini dengan memperhatikan resiko lingkungan yang terkecil. (H.L.A – Subpokja Humas & Pengamanan)

destinasigeowisata

destinasigeowisata1