Koordinasi Bersama Badan Geologi Tentang Manfaat dan Bencana Geologi

Dipublikasikan tanggal .

 

Bahwasannya pada kawasan Lumpur Sidoarjo (LUSI) ini telah dilakukan rapat koordinasi dengan Pemprov Jatim dan Dinas - dinas terkait mengenai potensi dan peluang Lumpur Sidoarjo sebagai Geowisata dan Geopark yang akan mulai dilakukan pembahasan lebih lanjut dengan Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, dengan ditekankan model pengembangan harmoni dengan bencana sebagaimana telah diterapkan di Gunung Bromo dan Gunung Merapi. Begitupun juga koordinasi dilakukan BPLS bersama dengan Museum Badan Geologi tentang manfaat dan bencana geologi (Geological Benefits and Disaster) diwakili oleh subpokja Humas dan subpokja Data Informasi pada beberapa hari yang lalu di Bandung.

 

 

Disampaikan kepada Museum Geologi bahwa kedepan museum Lumpur Sidoarjo akan dibangun yang lebih natural. Diinformasikan bahwa RTRW yang berada di dalam Peta Area Terdampak Lumpur LUSI belum berubah kawasan lindung geologi, sedangkan pada wilayah terdampak sudah meluas sampai diluar Peta Area Terdampak, sehingga realitas peta perjalanan Geopark Lumpur Sidoarjo akan ditargetkan pada tahun 2019, sedangkan Geowisata dan Green Tourism LUSI sudah menjadi faktual yang telah disepakati akan berada di depan, segala aspek Geodiversity Lumpur Sidoarjo untuk usulan Geopark juga sudah mapan, dan telah dilakukan pembicaraan tentang aspek Culture Diversity dan kearifan lokal sebagai langkah awal sampai dengan pembangunan fisik nantinya.

Untitled-1

 

BIODIVERSITY MODERN DAN PURBA (PALEO)

Temuan Fosil Moluska berukuran besar (Ardhi), yang secara sistem berasal dari lapisan sedimen di bawah Lusi yang dibawa ke permukaan bersamaan dengan semburan lumpur Lusi, diasumsikan dari Lumpur Formasi Kalibeng Atas.Baseline Citra Drone dengan dua semburan dan foto lapangan semburan tiga dengan dua yang permanen (Bungsu di baratlaut dan Sulung di tenggara).(HLA-Humas dan Keamanan) 

14095969 1024785330972130 6502247318856960022 n