Sepuluh Tahun semburan Lusi Suatu Pelajaran Berharga Terhadap Sistem Pembubungan Modern dan Purba

Dipublikasikan tanggal .

Pengenalan Lusi sebagai suatu Semburan Spektakuler berawal 29 Mei 2006, berlanjut sampai saat ini menyemburkan lumpur, air, gas dan klastika:

Semburan Lusi yang spektakuler, berawal pada tanggal 29 Mei 2006 di bagian timur laut Jawa, Indonesia.

Sejak saat itu, secara berlanjut telah menyemburkan lumpur, air, gas dan klastika (umum disebut breksi atau konglomeratik lumpur).

 

 

Fenomena Lusi sebagai peluang emas untuk mempelajari struktur pembubungan sejak dilahirkan:

Lusi telah menyediakan suatu peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya, untuk mempelajari struktur pembubungan (piecerment structue) dari saat kelahirannya pada tahun 2006.

Lusi sistem gabungan struktur pembubungan yang tradisional di cekungan sedimen dan sistem hidrotermal dipengaruhi aktivitas gempa dan gunung berapi:

Sistem Lusi merupakan gabungan antara karakteristik dua aspek, yaitu:

- Suatu struktur pembubungan yang secara tradisional atau umum(traditional piercement structures) dan cekungan sedimen (and sedimentary basin).

- Dengan sistem hidrotermal (hydrothermal systems) yang dipengaruhi oleh aktivitas gunung berapi dan gempa bumi (affected by volcanic and seismic activity).

Lusi suatu Laboratorium alam yang ideal untuk memahami analogi struktur pembubungan modern dan purba: mud volcano, sedimen induk sistem hidrotermal, kepundan hidrotermal

Oleh karena itu Lusi adalah suatu laboratorium alam yang ideal (an ideal natural laboratory).

Untuk memahami suatu analogi dari sistem pembubungan yang modern (for understanding analogue modern) dan sistem pembubungan purba (paleo-piercement systems).
Sebagaimana halnya dengan tiga fenomena khusus yaitu:

- Gunung lumpur (mud volcano)

- Sedimen tuan rumah sistem hidrotermal (sedimentary hosted hydrothermal systems), dan

- Komplek dari kepundan hidrotermal (hydrothermal vent complexes).

Kontribusi  pada Lusi hasil lapangan Geologi, Geofisika, Geokimia, Biologi dan studi pemodelan tentang struktur pembubungan aktif dan purba di cekungan sedimen:

Untuk sesi pada Pertemuan EGU 2016 yaitu LUSI STRUKTUR PEMBUBUNGAN AKTIF/MODERN, diapresiasi terhadap kontribusi para “pemakalah” pada topik semburan Lusi serta kontribusi pelengkap lainnya.
Dimana konbtribusi tersebut telah dihasilkan dari serangkaian pekerjaan lapangan mencakup geologi, geofisika, geokimia, dan biologi, analisis, serta studi pemodelan tentang struktur pembubungan aktif dan purba di cekungan sedimen. (AS DatInfo)

 Sumber : Prof.Dr.Hardi Prasetyo