Frontage Relokasi Jalan Arteri Siring – Porong

Dipublikasikan tanggal .

Guna memaksimalkan fungsi relokasi jalan arteri Siring – Porong, Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (Bapel BPLS), melaksanakan penyelesaian frontage road yang berada di sepanjang sisi kiri jalan tersebut beserta dua jembatan. Penyelesaian frontage road yang dibangun pada Tahun 2013 sepanjang 3,50 km itu, kegiatannya telah dimulai sejak 31 Mei 2013 lalu. "Diharapkan dalam jangka waktu 180 hari kalender, pembangunan frontage road dan kedua jembatan tersebut selesai," jelas Kepala Kelompok Kerja Perencanaan dan Evaluasi, Ir. Soegiarto, CES pada hari Rabu (25/9/2013).

Sebagaimana diketahui, uji coba relokasi jalan arteri Porong Ruas Ketapang - Kejapanan dan Kejapanan - Ketapang telah dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur H. Soekarwo, pada tanggal 15 Mei 2012 lalu. Sejak itu, masyarakat umum telah memanfaatkan jalan tersebut hingga saat ini.

Sunarso, Kepala Bapel-BPLS yang saat itu mendampingi Gubernur Jawa Timur, mengatakan bahwa kepadatan lalu lintas di jalan raya Porong yang mengakibatkan kemacetan amat parah, telah mengganggu kegiatan sektor ekonomi di Jawa Timur, sehingga meskipun belum selesai 100%, pengoperasian relokasi jalan arteri Siring – Porong menjadi sangat mendesak untuk mengurangi beban jalan raya Porong.

Pada akhir tahun 2012, pekerjaan relokasi jalan arteri Siring – Porong telah selesai dan difungsikan sehingga dapat memberikan nilai manfaat bagi masyarakat. Relokasi jalan arteri Siring – Porong yang dibangun sepanjang 2 X 7,10 kilometer itu, dilengkapi dengan frontage road yang merupakan jalan pendukung dari jalan utama (main road). Pada relokasi jalan arteri Siring – Porong terdapat perpotongan dengan jalan kabupaten, jalan lingkungan, dan jalan lokal di sekitarnya, sehingga keberadaan frontage road diharapkan akan menjadi penghubung dengan jalan-jalan tersebut. Adanya frontage road diharapkan menjadi penampung arus lalu lintas dari jalan-jalan di sekitarnya sebelum masuk ke relokasi jalan arteri Siring – Porong, sehingga fungsi jalan arteri tetap terjaga.

Pada tahun 2012, Bapel BPLS telah membangun frontage road sepanjang + 6,0 km. Dengan penyelesaian frontage road baru tersebut, total panjang frontage road sebagai pendukung relokasi jalan arteri Siring – Porong telah lengkap sepanjang 9,5 km.

Dengan telah berfungsinya relokasi jalan arteri Siring – Porong, kepadatan arus lalu lintas di jalan raya Porong (lama) telah dapat dikurangi. Kini banyak kendaraan yang melewati jalan baru tersebut. Mulai dari kendaraan kecil hingga yang besar-besar, seperti truck tronton.

Menurut pengamatan, tak jarang truck-truck tronton tersebut parkir di frontage road. Hal ini, bisa mengganggu fungsi dan tujuan pembuatan frontage road. Di samping juga bisa menyebabkan cepat rusaknya kontruksi jalan pendukung tersebut.(ah/eds)

Frontage Relokasi Jalan Arteri SiringPorong