Tuntut Ganti Rugi, Korban Lumpur Temui Presiden

Dipublikasikan tanggal .

KOTA (Sidoarjonews)-Warga korban lumpur Lapindo bakal menemui presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Niat itu ditempuh untuk meminta pemerintah mengambil alih pelunasan ganti rugi milik warga korban lumpur dalam peta area terdampak (PAT).

 

Korban lumpur meminta Panitia Khusus (Pansus) Lumpur DPRD Sidoarjo memfasilitasi pertemuan dengan presiden SBY. “Kami akan meminta pak SBY agar pemerintah meng-take over (ambil alih) ganti rugi yang selama ini belum dilunasi Lapindo,” cetus Suwito kala hearing dengan Pansus Lumpur di gedung DPRD Sidoarjo, Rabu (18/9/2013).
 
Pansus Lumpur pun setuju dengan usulan itu. Wakil Ketua Pansus Lumpur Emir Firdaus pun menyarankan agar surat yang dikirim ke presiden SBY, ditujukan kepada Staf Khusus Presiden Bidang Penanggulangan Bencana Andi Arif. “Berdasarkan pengalaman sebelumnya, surat yang dikirim lewat pak Andi Arif biasanya lebih cepat sampai di tangan pak SBY,” cetus politisi PAN ini.
 
Wiwik, warga asal Desa Siring Porong meminta Panitia Khusus (Pansus) Lumpur DPRD Sidoarjo juga memfasilitasi pertemuan dengan Gubernur Jatim terpilih H Soekarwo. “Kami ingin Pakde Karwo ikut menuntaskan masalah ganti rugi kami,” katanya. Warga lainnya menyatakan siap berunjuk rasa ke gedung Grahadi di Surabaya untuk menagih janji Pakde Karwo tersebut.
 
Usulan itu juga disetujui Pansus Lumpur. Ketua Pansus Lumpur Nur Ahmad Syaifuddin menyatakan pihaknya akan berkirim surat untuk meminta audiensi dengan Pakde Karwo. “Kami ingin ada penyelesaikan secara kongkrit terkait masalah ganti rugi ini. Kami menagih janji Pak Karwo yang menyatakan akan menuntaskan ganti rugi tahun ini,” tandas politisi PKB ini.
 
Hingga kini Lapindo melalui PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) belum melunasi semua ganti rugi warga PAT. Saat ini, ganti rugi yang belum dibayar, senilai Rp 786 miliar. Jumlah itu belum termasuk ganti rugi milik para pengusaha yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Korban Lumpur Lapindo (GPKLL). Lahan dan pabrik para pengusaha itu juga terendam lumpur Lapindo.

sumber: sidoarjonews