Aksi Warga Menjebol Tanggul

Dipublikasikan tanggal .

Pada tanggal 1 Mei 2013 warga korban lumpur PAT 22 Maret 2007 melakukan aksi menjebolkan tanggul di P.22. Pada hari tersebut bertepatan dengan Hari Buruh dan adanya kunjungan Presiden ke Sidoarjo.

 

Warga yang melakukan aksi penjebolan dipicu selain karena sudah hampir 7 tahun belum dilunasi oleh PT. Lapindo Brantas, juga karena ingin agar Presiden memperhatikan kondisi warga korban. Aksi warga diinisiasikan oleh kelompok cash and carry dan diikuti oleh kelompok pengojek.

Tanggul dijebol menggunakan alat sederhana seperti cangkul dan linggis. Dimensi jebolan melintang tanggul dengan kedalaman 1 meter dan lebar 50 cm. Dari pantauan di lapangan diamati lumpur pekat sempat mengalir ke bawah tanggul. Di bawah tanggul masih terdapat saluran drainase sehingga mampu menghindarkan rel KA dan jalan raya Porong dari luberan lumpur. Walaupun jebolan yang ada tergolong tidak terlalu berbahaya, namun harus diwaspadai jebolan dapat meluas yang pada akhirnya menggerus tanggul sehingga dapat menimbulkan potensi bahaya yang lebih besar.

Jebolan dapat ditutup sementara pada keesokan harinya menggunakan sand bag, namun warga menginginkan BPLS menutup semua overflow yang ada. Penutupan atau perbaikan tanggul secara permanen akan dilkukan bila kondisi di lapangan sudah lebih kondusif. (HUMAS)

penjebolan tanggul