Tahun 2017 Menjadi Pusat Kegiatan Studi Bawah Permukaan

Dipublikasikan tanggal .

Bagaimana awal proses terbentuknya zona nirwana, di utara lusi sebagai laboratorium alam dan pusat unggulan studi mud volcano.

Tahun 2017 menjadi pusat kegiatan studi bawah permukaan 3-D Lusi dengan menerapkan Iptek Seismik refleksi 3-D didukung MAGNETOTELERIK (MT), MAGNETIG (MG), GRAVITY (G), SEISMICITY, TERRESTRIAL LASER SCANNER (TLS).

Aliran sungai dari hulu kaldera

Dipublikasikan tanggal .

 Aliran sungai dari hulu kaldera P.68 cukup deras dengan suhu 40.2 'C

camture

 (AS - DatInfo)

Pulau Lumpur 94 hektar

Dipublikasikan tanggal .

Memori Pulau Lumpur 94 hektar, merupakan satu-satunya Pulau hasil Reklamasi harus dilakukan pada Kondisi Darurat dari suatu Bencana Kebumian mud volcano di Dunia. Geometri Pulau Lumpur dirancang agar aliran Lusi melalui wahana Kali Porong yang memiliki energi alami secara mandiri (tidak ada mekanisasi) dapat masuk ke sistem Palung Dalam (the deep trough) di Selat Madura. Sumber dari semburan Lusu yang sudah dditerima secara universal adalah satuan lempung dari Formasi Kelibeng atasi merupakan endapan delta Brantas Purba (paleo Brantras Delta). Sehingga pada tahun 2009 saya menyampaikan Pengaliran Lusi ke Laut ibaratnya "LUSI MUDIK ATAU PULANG KAMPUNG". Sehingga dapat diminimalkan dampak lingkungan yang mungkin terjadi.

Penerapan IPTEK Kebumian Pada Bencana Kebumian Semburan MUD VOLCANO

Dipublikasikan tanggal .

Metoda GPS tandem dengan InSAR yang sebelumnya menjadi SOP baku studi Deformasi/GeoHazard (Abidin 2008 dan Fukhushima 2009), selanjutnya telah mengalami REVOLUSI, dikembangkan pada dua aspek:

1) 2013 digunakan untuk menentukan Panjang Umur semburan Lusi berdasarkan fakta terJadinya penurunan intensitas deformasi amblesan (subsicence) dengan pola exponential decay dari amblesan versus semburan versus tekanan overpressure di sumber lumpur;

2) Paper terbaru diterima LUSI LIBRARY Agustus 2015 dikirin Prof. Max Rudolph,
Metoda InSAR juga MULAI digunakan untuk mendukung bukti terjadinya pergerakan/pemindahan material lumpur dari sumber dangkal ( F. Kalibeng) dan pergerakan fluida ke permukaan dari sumber dalam  (deep seated fluids) kedalaman > 4700m (Serpih Ngimbang).