Sisa Dana Talangan Ganti Rugi Lapindo Disetujui

Dipublikasikan tanggal .

 

Pemerintah dan Komisi XI DPR menyepakati pencairan kekurangan dana talangan korban lumpur Lapindo sebesar Rp 54,3 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, sejak awal penyelesaian pembayaran korban lumpur Lapindo memang tergolong rumit. Menteri Keuangan menjelaskan hasil kesepakatan perhitungan PT Minarak Lapindo Brantas, besaran pembayaran kerugian kepada warga yang terdampak lumpur Lapindo masih harus dibayarkan Rp 781,6 miliar dan angka ini yang diajukan dalam APBN 2015. Namun kemudian hasil audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menunjukkan bahwa kekurangan bayar yang masih harus dilunasi PT Minarak Lapindo Brantas sebesar Rp 827,7 miliar.

Antisipasi yang Dilakukan Oleh Bapel BPLS Dalam Menghadapi Musim Penghujan

Dipublikasikan tanggal .

Bapel BPLS telah melaksanakan aktifitas peninggian dan penguatan tanggul penahan lumpur Sidoarjo yang berada di Titik 73 hingga Titik 67 Desa Kedungbendo Kecamatan Tanggulangin, dengan panjang sekitar 1.715 m pada elevasi puncak yang tadinya +3.00 menjadi elevasi puncak +6.00 m dan lebar puncak 5 m. Maksud dan tujuan dilaksanakannya pembangunan tanggul Kedungbendo guna terjaminnya keselamatan masyarakat di sekitar desa Kedungbendo dan sekaligus untuk mengamankan Kali Ketapang agar tidak tercemar luapan lumpur Sidoarjo.

 

Potensi dan Peluang Pengembangan Kawasan Lumpur Sidoarjo Sebagai Destinasi Geowisata

Dipublikasikan tanggal .

 

Rapat Koordinasi yang bertempat di dome titik 25 tanggul penahan lumpur Sidoarjo pada hari Rabu 28 September 2016 yang dihadiri oleh Bappeda Kabupaten Sidoarjo, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sidoarjo, Ketua IAGI Jatim, Dinas ESDM serta perwakilan dari Kecamatan Porong, Tanggulangin dan Jabon untuk membahas tentang potensi dan peluang pengembangan kawasan lumpur Sidoarjo sebagai destinasi wisata. Selama ini, penelitian yang dilakukan oleh tim Badan Geologi sudah merekomendasikan rencana pengembangan kawasan yang terkenal dengan sebutan Lumpur Sidoarjo (LUSI) sebagai Wisata Edukasi Geologi.

 

Dinamika Postur Lumpur Sidoarjo yang Luar Biasa

Dipublikasikan tanggal .


3titiksemburandanlimpasan-21) Terjadi Gempabumi di lepas pantai Jawa (Forearc Pacitan);

2) Dipantau Tim Lapangan Lusi dengan Semburan Empat-Tiga;

3) Terjadi Limpasan di Zona baratlaut, dimana peralatan Geofisika terkena luapan, dilakukan penyelamatan;

4) 22 September 2016, Suwardi dari BAP menerbangkan Drone Phantom baru, berhasil merekam Postur dan Perilaku Semburan Lusi tiga titik.

Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Tanggul Kedungbendo (Lanjutan)

Dipublikasikan tanggal .

 

Tanggul Kedungbendo merupakan tanggul utama penahan luapan lumpur, yang dibangun di batas terluar wilayah Peta Area terdampak (PAT) Maret 2007 sebelah utara, terletak di desa Kedungbendo sesuai dengan Rencana Induk Penanggulangan Lumpur Sidoarjo, Bapel BPLS pada tahun anggaran 2014 pembangunan tanggul Kedungbendo tidak dapat dilaksanakan dengan baik, dikarenakan adanya blockade oleh warga korban lumpur yang belum dibayar lunas oleh PT Minarak Lapindo Jaya (PT. MLJ). Sampai dengan akhir tahun 2014 dapat dilaksanakan pembangunan tanggul sementara Kedungbendo tahap 1 temugelang dengan panjang sekitar 1.715 m dan elevasi puncak +3.50 m.