Kunjungan Perdana Kepala Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) Di Tanggul Penahan Lumpur Sidoarjo

Dipublikasikan tanggal .

 

Setelah dilantiknya Kepala Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) Ir. H Dwi Sugiyanto, MM, oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) DR. Ir. M. Basuki Hadimuljono, M. Sc pada hari Senin tanggal 27 Maret 2017 di Auditorium lingkungan Kementerian PUPR. Kamis, tanggal 30 Maret 2017 Kepala PPLS melakukan pemantauan area tanggul penahan lumpur Sidoarjo, dimana sebelumnya penanganan yang dilakukan oleh Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (Bapel – BPLS).

 

Pengalihan Tugas dan Fungsi BADAN PENANGGULANGAN LUMPUR SIDOARJO (BPLS) ke PUSAT PENGENDALIAN LUMPUR SIDOARJO (PPLS)

Dipublikasikan tanggal .

 

Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan urusan pemerintahan, telah ditetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2017  tentang Pembubaran Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo pada tanggal 02 Maret 2017.

Dengan pembubaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, untuk selanjutnya tugas dan fungsi BPLS dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). BPLS akan masuk ke dalam struktur organisasi Kementerian PUPR yakni dibawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dengan nama Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) yang telah dikoordinasikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dengan melibatkan unsur Badan Kepegawaian Negara, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Arsip Nasional Republik Indonesia, dan Kementerian Keuangan.

 

Evaluasi Pusat Semburan

Dipublikasikan tanggal .

Semburan Lusi muncul sejak bulan Mei 2006 dan untuk memudahkan pengaliran lumpur ke Kali Porong maka dibuatlah tanggul cincin yang mengelilingi pusat semburan dan alirannya diarahkan dengan tanggul pengarah menuju pompa spillway di sebelah selatan tepi Kali Porong. 

Sebagai Bagian Dari Transisi BPLS - PPLS PUPR

Dipublikasikan tanggal .

 Kegiatan komunitas publik "srikandi indonesia", didukung jajaran polresta, kodim, bpls-ppls diikuti oleh 200 biker.

Pertama kalinya, sehingga memecahkan rekor muri, dimana secara bersamaan 200 bikers dan pendukung (motor, mobil) tuntas mengelilingi lusi dan melakukan jambore pada dua lokasi detinasi geowisata di zona hawai (utara lusi) dan di zona nirwana (selatan lusi).