Peresmian Embrio Museum GEOPARK LUSI

Dipublikasikan tanggal .

 

Peresmian embrio museum Geoparkyang berlokasi di sekitar semburan lumpur Sidoarjo, tepatnya di daerah Besuki bertujuan untukmeningkatkan pengetahuan seputar geologi. Dengan telah ditentukannya Lumpur Sidoarjo sebagai Geoheritege di Indonesia oleh Badan Geologi, KESDM, merupakan suatu modal dasar yang sangat bermakna untuk ditingkatkan menjadi suatu Geopark dengan alternatif Evolusi Lokal – Nasional – Global UNESCO.

 

Rapat Koordinasi Tim Bongkaran Bangunan di Wilayah 66 RT

Dipublikasikan tanggal .

Eksekusi Bongkaran Bangunan milik Bapel BPLS yang tidak dibeli oleh warga di wilayah Mindi

 

 

Rapat Koordinasi yang dilaksanakan oleh Bapel BPLS bertujuan untuk mengambil langkah pembongkaran bangunan yang masih ditempati dan disalahgunakan oleh warga untuk kepentingan pribadi. Dalam pertemuan rapat yang dihadiri oleh PT. PLN, PT. Telkom, Satpol PP Kabupaten Sidoarjo, Kodim 0816 Sidoarjo, Polres Sidoarjo , PDAM Kabupaten Sidoarjo, dan Kepala Kelurahan setempat yang merupakan Tim Bongkaran Bangunan di Wilayah 66RT.

Sisa Dana Talangan Ganti Rugi Lapindo Disetujui

Dipublikasikan tanggal .

 

Pemerintah dan Komisi XI DPR menyepakati pencairan kekurangan dana talangan korban lumpur Lapindo sebesar Rp 54,3 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, sejak awal penyelesaian pembayaran korban lumpur Lapindo memang tergolong rumit. Menteri Keuangan menjelaskan hasil kesepakatan perhitungan PT Minarak Lapindo Brantas, besaran pembayaran kerugian kepada warga yang terdampak lumpur Lapindo masih harus dibayarkan Rp 781,6 miliar dan angka ini yang diajukan dalam APBN 2015. Namun kemudian hasil audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menunjukkan bahwa kekurangan bayar yang masih harus dilunasi PT Minarak Lapindo Brantas sebesar Rp 827,7 miliar.

Antisipasi yang Dilakukan Oleh Bapel BPLS Dalam Menghadapi Musim Penghujan

Dipublikasikan tanggal .

Bapel BPLS telah melaksanakan aktifitas peninggian dan penguatan tanggul penahan lumpur Sidoarjo yang berada di Titik 73 hingga Titik 67 Desa Kedungbendo Kecamatan Tanggulangin, dengan panjang sekitar 1.715 m pada elevasi puncak yang tadinya +3.00 menjadi elevasi puncak +6.00 m dan lebar puncak 5 m. Maksud dan tujuan dilaksanakannya pembangunan tanggul Kedungbendo guna terjaminnya keselamatan masyarakat di sekitar desa Kedungbendo dan sekaligus untuk mengamankan Kali Ketapang agar tidak tercemar luapan lumpur Sidoarjo.